Guru Tidak Mau Belajar Jangan Mengajar

Guru Tidak Mau Belajar Jangan Mengajar

Guru Tidak Mau Belajar Jangan Mengajar

     Profesi guru merupakan profesi yang sangat mulia. Seorang guru dituntut untuk bisa menjadi figur yang selalu dapat menjadi inspirator, motivator bagi para siswanya. Guru yang mampu membangkitkan semangat siswanya untuk belajar maka dia bisa dikatakan berhasil. Menurut pepatah Jawa guru adalah digugu dan ditiru. Digugu artinya seorang guru harus bisa menjadi sosok manusia yang bisa dipercaya dari semua ucapanya. Apa yang menjadi ucapanya adalah cerminan dari apa yang ada dalam diri mereka. Oleh karena itu seorang guru harus mempunyai attitude atau sikap kepribadian yang baik yang mampu menjadi suritauladan bagi orang lain. Meskipun begitu seorang guru juga manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan dan dosa. Namun jika seoang guru menyadari profesinya maka akan bisa diminimalisir segala perbuatan yang tidak mencerminkan seorang guru. Sesuai dengan undang-undang guru dan dosen tahun 2005 pengertian guru adalah  pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

Dalam Alquran surat Al-Mujadalah ayat 11 dijelaskan:

                                                                 يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا۟ فِى ٱلْمَجَٰلِسِ فَٱفْسَحُوا۟ يَفْسَحِ ٱللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ ٱنشُزُوا۟ فَٱنشُزُوا۟ يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِين أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Artinya:

“Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

     Dalam ayat tersebut dikjelaskan bahwa Allah S.W.T. akan memberikan derajat yang lebih tinggi beberapa derajat kepada orang-orang yang berilmu. Dan mengingatkan kita agar senantiasa memberikan kemudahan bagi orang lain karena Allah akan memberi kemudahan kepada kita. Memberikan ilmu kepada orang lain juga merupakan pekerjaan yang sangat mulia. Dalam hal ini guru adalah salah satu contoh.

      Dalam sebuah Hadis pun disebutkan tentang keutamaan mempelajari ilmu pengetahuan dalam Islam, Rasulullah SAW bersabda:

                                                                                                                                                                                      وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ       

Artinya: “Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim, no. 2699)

      Setiap manusia diwajibkan menuntut ilmu mulai dari ia dilahirkan sampai meninggal dunia. Di dalam kata-kata mutiara orang Arab juga menjelaskan tentang belajar:

                                                                                                                                                                                                                           أُطْلُبِ الْعِلْمَ مِنَ الْمَهْدِ إِلَى اللَّحْدِ

Artinya: “Tuntutlah ilmu dari buaian (bayi) hingga liang lahat.”

     Melihat ayat dan hadis di atas sudah sangat jelas bahwa mencari ilmu diwajibkan bagi siapa saja yang tidak dibatasi usia dan lain-lain. Kemudahan menuju surga merupakan penjelasan bahwa untuk mencapai kebahagiaan di akhirat dibutuhkan ilmu.

     Lembaga pendidikan merupakan lembaga yang non profit. Jadi lembaga pendidikan merupakan lembaga pengabdian kepada masyarakat untuk membimbing para siswa untuk dibekali dengan berbagai  macam keilmuan untuk bekal hidup di masyarakat. Pekerjaan seorang guru merupakan pekerjaan yang bernilai ibadah jika semua dilandasi oleh keikhlasan dalam mengamalkan ilmunya. Tujuan utama adalah bukan untuk mencari profit yang sifatnya keduniawian. Namun lebih mendalam dari itu adalah menjadi penerang dalam kegelapan kebodohan. Untuk membangun suatu bangsa diperlukan manusia yang sehat seutuhnya yaitu kesehatan jiwa dan raganya. Dalam arti manusia yang sehat raga dan  juga kepandaian.

     Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin maju, para guru dituntut untuk bisa mengikuti arus perubahan yang begitu cepat berkembang di masyarakat. Terutama perkembangan kemajuan ilmu  teknologi dan komunikasi. Perkembangan iptek dalam bidang pendidikan berjalan sangat cepat. Hal ini terbukti dalam masa pendemi yang dimulai pada awal tahun 2020 yang berimbas adanya peraturan menteri pendidikan bahwa pendidikan dilaksanakan secara daring. Perubahan ini akan disambut baik oelh guru-guru yang kompeten dan guru-guru yang punya semangat untuk mengupgrade diri tidak mau ketinggalan dengan yang  mereka ajar yaitu siswa siswi.  Para siswa dapat menjadi lebih tahu dari gurunya jika sang guru masih duduk dalam kursi nyamannya. Yang terjadi adalah guru kurang update dan akan berimbas pada semangat para siswa untuk belajar. Kondisi inilah yang dikhawatirkan akan membahayakan negara dalam konteks lebih luas.

     Kesejahteraan yang diberikan oleh pemerintah kepada guru berupa tunjangan sertifikasi adalah harapannya agar supaya para guru memiliki kemampuan secara finansial dalam memenuhi kebutuhan keluarganya dan mampu meningkatkan kompetensinya sebagai guru yang profesional. Selama pandemi guru dituntut untuk tetap melaksanakan tugasnya dengan baik. Dengan segala keterbatasanya maka guru yang profesional harus mau melakukan upgrade   diri dengan mengikuti pelatihan-pelatihan baik secara daring maupun luring. Seperti pelatihan pembuatan video pembelajaran, pembuatan presentasi-presentsi yang menarik siswa, pelatihan pembuatan materi, evaluasi pembelajaran, pembuatan bahan ajar dimana semua itu berbasis digital sesuai kondisi saat ini yaitu digitalisasi.

      Kondisi siswa saat ini berbeda dengan siswa pada zaman dulu. Sebagaimana sabda rasulullah disebutkan :“Wahai Kaum Muslim,” didiklah anak-anak mu sesuai dengan zamannya karena mereka hidup bukan di zamanmu, demikian kata Alibin Abi Thalib. Di zaman ilmu pengetahuan yang semakin maju yang harus kita tanamkan kepada anak-anak kita yang paling utama adalah keimanan dan ketaqwaan (IMTAQ) kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Jadikan Halal dan Haram sebagai tolak ukur dalam perbuatan, meraih Ridho Allah Subhanahu Wata’ala sebagai tujuan hidupnya, agar generasi anak-anak kita menjadi generasi umatan wasathan (umat yang paling mulia di sisi Allah Subhanahu Wata’ala) serta mempunyai kepribadian Islam yang utuh, (baca surat 2:143).