Harmoni Senja di Ujung Pelabuhan
Di ujung pelabuhan, senja perlahan tiba,
Menyelimuti laut dengan selimut jingga,
Gelombang kecil berbisik di tepi dermaga,
Mengalun lembut dalam harmoni tanpa suara.
Cahaya matahari yang mulai meredup,
Mencium permukaan air yang tenang, damai,
Seolah menitipkan pesan pada cakrawala,
Tentang keindahan yang hadir saat perpisahan tiba.
Burung camar terbang rendah, menyapa angin,
Suaranya bercampur dengan debur ombak,
Menciptakan simfoni yang tak terucapkan,
Diiringi oleh suara-suara yang tak berwujud.
Kapal-kapal yang bersandar, diam dalam hening,
Mereka bercerita tentang perjalanan panjang,
Tentang harapan yang tertinggal di setiap pelayaran,
Dan rindu yang terbawa oleh angin laut.
Senja di pelabuhan adalah harmoni terakhir,
Antara siang yang pamit dan malam yang datang,
Meninggalkan jejak-jejak cahaya yang memudar,
Namun tetap abadi dalam ingatan, selamanya berpendar.
Di ujung pelabuhan ini, senja bernyanyi,
Mengajak kita merenung dalam damai,
Bahwa setiap akhir membawa ketenangan,
Dan keindahan yang hanya bisa ditemukan, di ujung perjalanan.

